Setengah Bercadar Buah Diskusi Religi

Leave a comment

December 11, 2016 by irmalida

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang- orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”
~ QS. An Nisaa’: 69

me-1Malang 3.36 sore itu, 8 Desember 2016 diguyur hujan tidak kelarnya, saya dan team yang sedang visit area ini berencana meneruskan perjalanan lagi lepas berganti hotel dan berganti pakaian yang lepek, saya di WA sobat saya bernama Vivi, beliau menanyakan keberadaan saya apa benar sedang di Malang, kami ngobrol-ngobrol kangen dan seputaran perjalanan hijrah kami, Vivi jauh lebih ‘all out’ ketimbang saya, beliau aktif dikajian dan sangat percaya diri diawal hijrahnya dengan menggunakan niqab, saya pun mengutarakan ketidakberdayaan saya menggunakan niqab padahal ingin sekali, berdasar dari yang Vivi dengar saat kajian Ust. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, ada secercah tenang dalam diri saya saat Vivi memberi ide :

“….Gpp keleus kalo kerja gak pake tp kl jalan2 atau diluar kerja pake…”

selepas membaca text WA tersebut saya berkaca dan melihat refleksi diri saya dari atas sampai bawah dikamar hotel dingin kala itu, Alhamdulillah dalam keseharian (InshaaAllah) saya sudah berpakaian syar’i baik dirumah, dikantor dan diaktivitas apapun, bahkan ke garasi pun sy tidak pernah lepas kaos kaki, apalagi yang saya ragukan kalau solusi didepan mata, mungkin hidayah itu datang lewat Vivi via informasi yang beliau dapat dari kajian, tergerak hati saya akan itu dan bersegera keluar kamar untuk menyelesaikan jadwal visit di hari pertama di Malang.

me-2Lepas visit kami split dua team, Saya dan Team satunya sempatkan shalat maghrib di Mesjid Jami’ Malang, disitu saya tertegun, saya ingat saat pertama kali (lagi) saya memutuskan berhijab di medio 2015, disaat saya tertegun menatap awan-awan saat saya di pesawat menuju Jakarta, dan kali pertama memberanikan diri untuk mengenakan hijab di kantor dan respon atasan saya atas ini dan disaat berhijab saya dipertanyakan atasan di artikel ini, rasa campur-campur.
Hujan guyur Malang lepas maghrib, karena kami keliling naik motor, terpaksa meneduh di Mesjid Jami’ Malang sampai hujan reda. Team mau cari makanan, saya jadi kepikiran Niqab dan ajak team cari makan dekat Jl Pasar Besar, biar bisa kunjungi ALTARA, department store khusus perlengkapan muslim, sayang disana tidak ada niqab, sampai akhirnya saya temukan Al Abbas tepat didepan Mesjid Khadijjah, Malang… LENGKAP, MURAH, BAGUS kata yang bisa menggambarkan ruko serba ada dengan pelayanan super ramah.

Pulang dari Malang dalam pesawat saya sudah niat, sampai Rumah ketemu suami langsung minta ijin, semoga suami ridha. Allah selalu punya kuasa. Semua berjalan sangat lancar, Suami memeluk saya seraya berkata :

me-1“… Yang penting Mommy Ikhlas, Daddy gak pernah paksakan apapun, semua harus dari diri Mommy sendiri, tapi kalau Mommy Tanya bagaimana perasaan Daddy sekarang… ALHAMDULILLAH senang banget, punya Istri yang mantap memikirkan akhirat dalam kesehariannya menjalani ke-duniawi-annya, Alhamdulillah juga Allah masih kasih Mommy Teman Baik di Dunia Metal Mommy itu (*berkaitan dengan diskusi religi sama Vivi)…. Semoga apa yang dijalani bukan karena Tren, ikut-ikutan apalagi sombong-sombongan, Mommy yang bertanggung jawab atas setiap keputusan tapi Daddy yang bertanggung jawab atas keputusan Mommy dihadapan Allah…. ”

Saya Cuma bisa diam dan mengamini. Dalam hati saya membatin, “Terima kasih Allah, Kau masih sisakan satu orang laki-laki hebat seperti laki-laki yang sedang memeluk ku ini….”

Officially, per tanggal 10 Desember 2016, saya memutuskan berniqab diluar urusan kantor, melengkapi Jalan Hijrah saya, InshaaAllah Allah mudahkan prosesnya, menyederhanakan langkahnya dan menjadi asbab hidayah bagi muslimah lainnya.

Aamiin Yaa Rabbal Al Amiin.

Artikel dibawah adalah referensi bacaan yang perlu banget dibaca, memperkuat niat, langkah dan tujuan.


Engkau Lebih Cantik Bercadar [Mengangkat Kekhawatiran dan Belum Siapnya Wanita Untuk Memakai Cadar] – Bagian 4 – –

Engkau akan menyelamatkan pandangan laki-laki dari panah setan

Engkau telah mengetahui, jika seorang laki-laki menjumpai wanita, maka apa yang paling ingin dilihat laki-laki pertama kalinya. Iya, wajahnyalah yang paling pertama ingin disaksikan. Karena wajah adalah bagian pertama yang paling dinikmati oleh laki-laki . Jika shalat adalah penentu baik-tidaknya keseluruhan amal seorang hamba, maka wajah wanita itulah yang menentukan elok-tidaknya keseluruhan tubuhnya.

Jika engkau pampang gambar pemandangan alam terindah didunia kepada laki-laki, atau engkau perlihatkan lukisan terbaik, atau engkau berikan ukiran yang teristimewa, kemudian engkau buka sedikit saja tirai gambar para wanita. Manakah yang akan dipilih oleh laki-laki? Akan tetapi dengan cadarmu, Engkau telah mematahkan panah tersebut sebelum busurnya direntangkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

النَّظْرَةُ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ مَسْمُومَةٌ فَمَنْ تَرَكَهَا مِنْ خَوْفِ اللَّهِ أَثَابَهُ جَلَّ وَعَزَّ إِيمَانًا يَجِدُ حَلَاوَتَهُ فِي قَلْبِهِ» هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحُ الْإِسْنَادِ وَلَمْ يُخَرِّجَاهُ


“Pandangan adalah satu anak panah di antara anak panah-anak panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan keimanan dan ia merasakan manisnya di hatinya”
[HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7875, dia berkata: sanad hadist shahih dan tidak dikeluarkan oleh bukhari dan muslim, tahqiq Musthofa Abdul Qodir Atha]

“Tapi wajah saya tidak cantik?”

Subhanallah, Allah menciptakan manusia dalam kesempurnaan bentuk, wanita adalah ujian bagi terberat laki-laki, melalui wanita setan seolah-olah memiliki sebaik-baik make-up untuk menghiasinya. Seolah-olah setan memasang kaca mata bagi laki-laki yang membuatnya cantik dan indah menjadi-jadi. Tidak percaya? Anda pasti percaya karena Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المَرْأَةُ عَوْرَةٌ إِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَ فَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu adalah aurat. Bila ia keluar, setan akan menghiasinya (untuk menggoda laki-laki).” [HR. At-Tirmidzi no. 1173, dishahihan oleh Al-Albani mengatakan dalam Misykatul Mashabih no. 3109]

Syaikh Abul ‘Ala’ Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata,

( فإذا خرجت استشرفها الشيطان ) أي زينها في نظر الرجال وقيل أي نظر إليها ليغويها ويغوى بها والأصل في الاستشراف رفع البصر للنظر إلى الشيء

“Bila wanita keluar, setan akan menghiasinya (untuk menggoda laki-laki), maknanya adalah setan menghiasinya di mata laki-laki. Juga dikatakan [yang lebih enak diterjemahkan: “ada yang berpendapat], maknanya, setan melihat wanita tersebut untuk menyesatkannya dan menyesatkan (manusia) dengannya. Dan makna asal (الاستشراف) adalah mengangkat pandangan untuk melihat sesuatu.” [Tuhfatul Ahwadzi 4/283, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, Asy-Syamilah].
Terbukti benar, sejelek-jeleknya wanita di muka bumi ini, pasti saja kita dengar berita bahwa ia sudah menikah dan ada yang meminangnya.

“Saya kan mau kepala empat, ngapain pakai cadar, sudah terlambat”

Ini bukan alasan untuk terlambat, tidak ada kata terlambat dalam kebaikan, kami jadi teringat pepatah arab kuno,

لكل ساقطة لاقطة

“Setiap barang yang terjatuh pasti ada saja yang memungutnya”

Walaupun sudah kepala empat yang namanya wanita pasti ada saja yang masih berhasrat. Apalagi dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi zaman sekarang, seorang ibu-ibu dan tante-tante bisa disulap dan dipermak menjadi gadis pingitan.

Jangan mau masuk surga cuma emperannya saja atau tengah-tengahnya

Jika dalam ujian kelulusan engkau ingin mendapatkan nilai 10 sempurna, maka mengapa untuk akhirat kampung kekal abadi hanya ingin mendapatkan nilai 7 atau 8. Cadar adalah puncak kesempurnaan wanita. Sebagaimana engkau berlomba-lomba mencari dunia karena keimanan engkau akan kejadian beberapa hari lagi saat pengumuman nilai. Maka berlomba-lomba jugalah karena keimanan engkau akan kejadian yang sudah pasti.Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan.” [Al-Baqarah: 148]

IV.Yang perlu diperhatikan jika sudah bercadar

Jangan merasa lebih mulia hanya dengan memakai cadar

Karena cadar bukanlah patokan keshalihahan seorang wanita. Apalagi ia adalah amalan dzahir, sedangkan amalan dzahir sangat dipengaruhi oleh niat apa yang terpatri dalam hatinya. Ada yang memakai cadar hanya karena ingin menjadi perhatian dan bahan pembicaraan. Ada yang hanya ingin ikut-ikutan artis dan ada yang ingin ikut meramaikan mode yang sedang nge-trend. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan.” [HR. Bukhari no. 1, 54, 2529, 3898, 5070, 6689 dan 6953, Muslim no. 3530]

Jangan meremehkan wanita yang belum bercadar

Apalagi jika menyakini cadar hukumnya sunnah. Maka amalan yang wajib tentu lebih utama dari amalan sunnah. Bisa jadi orang lain sholat lima waktunya lebih baik dan lebih ikhlas daripada engkau. Bisa jadi orang lain lebih berbakti kepada orang tuanya. Bisa jadi ia lebih berkhidmat kepada suaminya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ُ

“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku telah mengobarkan peperangan dengannya. Dan tidaklah ada seorang hambaKu yang mendekatkan dirinya kepada-Ku, dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya…’ [HR. Bukhari no: 6502]

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan hadits ini,

فكانت الفرائض أكمل فلهذا كانت أحب إلى الله تعالى وأشد تقريبا

“Amalan-amalan yang wajib lebih sempurna, oleh karena itu lebih dicintai oleh Allah dan lebih mendekatkan diri/ taqarrub” [Fahtul Baariy 11/343, Darul Ma’rifah, Beirut, Asy-Syamilah]

Termasuk dalam hal ini contohnya adalah jika sedang kajian, maka para wanita berkumpul dan membentuk kelompok sendiri di pojok masjid. Tidak berbaur dengan wanita lainnya yang tidak bercadar sehingga terkesan sebagai kelompok yang eksklusif atau bahkan tidak mau sekedar menyapa mereka.

Lebih ramah terhadap orang lain khususnya sesama wanita

Jangan kita gengsi untuk sekedar menyapa duluan. Memberi salam duluan dihiasai dengan wajah yang ceria. Karena di jalan-jalan terkadang kalian wanita yang bercadar tidak dikenal. Jika berjumpa dengan sahabat wanitanya, maka menyapalah duluan dengan wajah yang ceria dan akhlak yang baik. Jika tidak ada laki-laki disekitar maka, bukalah cadar, salaman dan tempel pipi kiri-kanan sebagaimana ajaran dalam Islam. Akhlak engkau sangat berperan dalam dakwah yang mulia ini.

Jangan sekedar chasing dan pandai menjaga diri dari laki-laki

Begitu tubuh sudah berbalut jubah besar dengan cadarnya. Maka janganlah prilakunya lebih parah dari wanita dengan jilbab saringan tahu. Genit, sering keluar malam, suka bercanda setengah mesra dengan laki-laki. Atau matanya berlindung dibalik cadar dengan melihat hal-hal yang kurang baik, mengintai laki-laki dan seterusnya.

Atau wajahnya berhijab syar’i akan tetapi hatinya tidak dihijab di balik SMS, e-mail dan inbox facebook. Begitu gampanganya berhubungan bebas dengan laki-laki. Senang digoda genit, senang di tanya-tanya macam-macam dan senang dimanja-manja oleh pujian. Itupun tidak cukup dengan satu laki-laki akan tetapi HP dipenuhi dengan nomor laki-laki asing, inbox email dipenuhi dengan surat dari laki-laki ajnabiy, dan akun facebook dipenuhi dengan list friend laki-laki genit non-mahram.

Dan perlu kalian ketahui bahwa laki-laki yang sudah mengerti agama juga bisa terfitnah walaupun kalian lewat lengkap dengan cadar dan pakaian besar menutup tubuh. Silahkan tanya bagaimana sekelompok laki-laki yang mengerti agama, kemudian lewat seorang wanita bercadar di depan mereka. Maka mereka akan salah tingkah atau minimal terjadi perubahan gerak atau sikap hati dari mereka. Dan tentunya jantung wanita tersebut juga ikut berdegup kencang. Dan bisa dibayangkan seandainya mereka berdua satu-persatu berpapasan di suatu jalan.

Penutup
Harapan kami agar sunnah ini tidak punah dan terasing. Kami ingin melihat kita umat Islam kembali ke ajaran Islam yang benar. Kami ingin melihat pemandangan sekumpluan gagak-gagak hitam sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,

لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية

Ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” [Al-Ahzab :59] wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka). [HR Abu Daud no 4101; dishahihkan oleh Syaikh al Albani]

Karena kami yakin bahwa jika kita ingin berjaya seperti umat Islam dahulu, maka kita harus berjaya dengan apa yang membuat berjaya umat sebelum kita. Yaitu berpegang teguh dengan Al-Quran dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih.
Imaam Malik rahimahullah berkata,

قال الإمام مالك رحمه الله تعالى : لن يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها؛ فما لم يكن يومئذ ديناً لا يكون اليوم دينا

“Akhir ummat ini tidak akan baik kecuali dengan apa-apa yang membuat baik generasi pendahulunya. Maka apa-apa yang pada hari itu [di zaman Rasulullah dan para sahabatnya] bukan merupakan dien (ajaran Islam), maka pada suatu hari kapanpun tidak bisa menjadi dien (ajaran Islam).” [Syarof Ashaabil Hadiits, Al Khathib Al Baghdadiy, dikutip dari At-Tashil]

Segeralah pastikan jilbab besar lengkap dengan cadarnya ada di lemari pakaian engkau dan bagi yang sudah memakainya berilah hadiah kepada saudarimu. Beri hadiah ia berupa jilbab dan cadarnya. Siapa tahu suatu saat ia melihatnya dan ada dilemari pakaiannya, ia berkeinginan untuk memakainya. Karena dengan saling memberi hadiah kalian akan saling mencintai.

Demikianlah yang dapat kami jabarkan, semoga bermanfaat.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid
Penyusun:  Raehanul Bahraen
Muroja’ah: Ust. Ammi Nur Baits

https://muslimah.or.id/3223-engkau-lebih-cantik-bercadar-mengangkat-kekhawatiran-dan-belum-siapnya-wanita-untuk-memakai-cadar-bagian-4.html

==================================================================

Artikel www.muslimafiyah.com

Akhwat A:, Ukhti, saya sebenarnya pengen memakai cadar, tapi keluarga saya masih belum terima sama sekali walaupun suda saya jelaskan, kataya nanti akan memutuskan silaturahmi, kalau ngumpul-ngumpul dengan sepupu laki-laki, terus suaminya bibi saya yang gendong-gendong saya waktu kecil bisa marah, saya kan dah dianggap ponakan. Trus saya juga kan masih bekerja sejak menanggung keluarga ayah saya meninggal. di kantor masih melarang cadar. Gimana ni?

Akhwat B: mudah ukhti, kalo ukhti mengangap cadar sunnah, ga menghalangi ukhti memakai cadar, ukhti bisa jadi “setengah bercadar”, di keluarga atau di kantor ukhti buka, selain itu ukti bisa pakai cadar.

 

Terkadang memakai cadar dan terkadang tidak memakai cadar

Anggapan bahwa jika memakai cadar maka harus memakai cadar seterusnya adalah keliru. Ini jika meyakini hukumnya sunnahnya. Jika tidak bisa memakai cadar seterusnya maka tidak ada salahnya jika selang-seling memakainya. Memakainya di tempat dan suasana yang mendukung dan melepasnya di tempat dan suasana tidak mendukung. Misalnya,

-jika di lingkungan keluarga dan kerabat dilarang oleh orang tua, maka silahkan dilepas. Tetapi ketika keluar rumah silahkan memakainya.

-jika di kampus atau di kantor dilarang memakainya, maka silahkan dilepas. Tetapi ketika ke pasar dan ke tempat kajian silahkan memakainya.

Karena Islam mengajarkan tidak perlu menunda sesuatu karena ingin sempuna sekali. Jika hanya bisa meraih setengahnya maka jangan ditinggalkan semuanya. Sesuai dengan kaidah fiqhiyah,

ما لا يدرك كله لايترك كله

“sesuatu yang tidak bisa dicapai seluruhnya jangan ditinggal seluruhnya”

 

Begitu juga perintah Allah agar kita bersegera dalam kebaikan, Allah Ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan”[1].

 

وكان ابن عمر رضي الله تعالى عنهما يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري

Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.”[2]

 

Banyak jalan menuju surga

Jika ingin memakai cadar tidak mesti memakai cadar lengkap dengan purdahnya, kemudian memakai pakaian serba besar berwarna hitam. Karena tujuan cadar adalah menutup wajah yang merupakan salah satu bagian yang paling dinikmati oleh laki-laki, maka apapun yang digunakan untuk menutup muka maka boleh-boleh saja.

Misalnya slayer dan masker penutup muka. Para wanita bisa menggunakan slayer untuk menutup wajah mereka. Sehingga hampir mirip fungsinya dengan cadar. Dan kesan orang  memakai slayer tentu berbeda kesan orang memakai cadar. Karena slayer sudah dianggap biasa di masyarakat kita. Akan tetapi fungsinya hampir sama dan bisa diniatkan untuk melaksanakan sunnah, yaitu menutup wajah.

Karena memakai slayer atau masker adalah wasilah/sarana dan hukum wasilah sesuai dengan hukum tujuannya yaitu menutup wajah, selaras dengan kaidah fiqhiyah.

الوسائل لها أحكام المقاصد

“wasilah/sarana sesuai dengan hukum tujuannya”

 

Bertahap dalam menuju kebaikan

Terkadang dalam melaksanakan sesuatu butuh proses, begitu juga dalam amal dan dakwah. Bagi yang belum mantap memakai cadar lengkap denga purdahnya, maka bisa memakai slayer atau masker dulu, begitu juga jika belum siap memakai seterusnya. Bisa jadi dengan perlahan-lahan hanya memakai slayer maka perlahan juga keimanan bertambah di hatinya dan ketentraman hati serta manisnya ketaatan mendorongnya untuk tegar dibalutan cadar dan purdahnya untuk seterusnya.

Begitu juga dengan lingkungan dan masyarakat sekitar yang memang belum siap sekali dengan cadar, diharapkan mereka perlahan bisa menerima cadar, setelah melihat bahwa orang yang bercadar ternyata tidak tertutup, seram, kaku serta  menutup diri total dari masyarakat.

Cara bertahap bisa kita  lihat dalam bertahap pengharaman khamr dan penetapan wajibnya puasa.

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah berkata,

هذا التدرج باق عند الحاجة إليه ، ولا شك أن الشارع تدرج في تشريع الأحكام رحمة بالناس ، وترغيبا لهم في القبول ، ومن ذلك تدرجه في شريعة الصيام ، وتدرجه في تحريم الخمر ، وذلك من أجل الرحمة بالناس وعدم المشقة عليهم ، وهذا التدرج مطلوب عند الحاجة إليه في كل زمان

“Metode bertahap tetap berlaku ketika dibutuhkan, tidak diragukan bahwa syari’at bertahap dalam menetetapkan hukum sebagai rahmat bagi manusia dan motivasi agar bisa menerima. Contohnya seperti pensyari’atan puasa, pengharaman khamer. Hal ini karena sebagai rahamat bagi manusia dan menghilangkan kesusahan bagi mereka. metode bertahap ini dituntut ketika ada kebutuhan di setiap zaman.”[3]

 

Semoga sunnah ini tidak punah dan terasing. Kita tentu ingin melihat umat Islam kembali ke ajaran Islam yang benar, kembali ke masa kejayaan Islam. Kita tentu ingin melihat pemandangan sekumpulan gagak-gagak hitam sebagaimana yang diceritakan oleh Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, beliau berkata,

لما نزلت: يدنين عليهن من جلابيبهن خرج نساء الأنصار كأن علي رؤوسهن الغربان من الأكسية

Ketika turun firman Allah (yang artinya), “Hendaknya mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Al-Ahzab :59] wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena warna (warna hitam-red) kain-kain (mereka)[4].

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

 

Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid

18 Jumadil awal 1432 H, Bertepatan  10 April 2012

Penyusun: Raehanul Bahraen

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Tasfiyah wat Tarbiyah

Mau tahu suami terbaik?

Suami terbaik adalah yang paling baik pada keluarganya, contohnya selalu membantu urusan istri di rumah.

Membantu pekerjaan istri di rumah termasuk bentuk berbuat baik dari suami pada istri dan menunjukkan keluhuran akhlak suami.

Coba lihat bagaimanakah contoh dari suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berada di rumah.

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْنَعُ فِى أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari, no. 6039)

Dalam Syarh Al-Bukhari karya Ibnu Batthol rahimahullah disebutkan bahwa Al-Muhallab menyatakan, inilah pekerjaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya. Hal ini wujud tanda ketawadhu’an (kerendahan hati) beliau, juga supaya umatnya bisa mencontohnya. Karenanya termasuk sunnah Nabi, hendaklah seseorang bisa mengurus pekerjaan rumahnya, baik menyangkut perkara dunia dan agamanya.

Sumber : Rumaysho .
.

#suamiidaman #sunnahway #syiarsyari بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ 🍃🌼 BERILAH 70 UDZUR… ✏Oleh:
Ustadz Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

MAY 30, 2016 ADMIN

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”
(Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344). Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.” (Dikeluarkan oleh Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah). http://bbg-alilmu.com/archives/19066 ***🍃🌼🍃*** Ngemil Malam Briefing SPG untuk event di GIIAS 2017 ICE BSD Serpong Klenik dalam Ritual Penguburan Ari-ari

Jika kita mengambil pendapat para ulama yang menganjurkan mengubur ari-ari, satu hal yang perlu diingat, ini sama sekali bukanlah menganjurkan Anda untuk melakukan berbagai ritual ketika menguburkan benda ini. Sama sekali tidak menganjurkan demikian. Bahkan jika sikap semacam ini diiringi dengan berbagai keyakinan tanpa dasar, maka jadinya tahayul dan khurafat yang sangat dilarang syariat.

Memberi lampu selama 40 hari, di kubur bersama pensil, bunga, jarum, gereh, pethek, sampai kemiri gepak jendhul, semua ini pasti dilakukan karena tujuan tertentu.

Ketika ini diyakini bisa menjadi sebab agar bayinya memiliki kemampuan tertentu, atau agar bayinya mendapatkan semua yang bisa membahagiakan hidupnya, maka berarti termasuk mengambil sebab yang sejatinya bukan sebab. Dan itu termasuk perbuatan syirik kecil.

Selengkapnya :

https://muslimafiyah.com/penting-mengetahui-sebab-kauniy-dan-sebab-syari.html

Penyusun: Raehanul Bahraen PAMER KEMESRAAN DI MEDSOS?

Saya mau bertanya mengenai hukum islam tentang suami istri bermesraan didepan umum, awal mulanya saya mengomentari suatu foto di Facebook yang memposting seorang ustadzah muda yang sering kita lihat di televisi yang bergandengan tangan dan berpelukan dengan suaminya

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Ada beberapa pertimbangan yang akan membuat anda tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di Medsos,

Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya). Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Kedua, islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.

Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya.. lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. "
(HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya). Bisa jadi anda menganggap itu hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati…

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber: https://konsultasisyariah.com/28247-hukum-pamer-kemesraan-di-medsos.html GERAKAN HABISKAN MINUMAN KEMASAN GELAS

Jadi teringat kisah ustadz Yazid... Berkata Ustadzuna Andika dari Cirendeu:
Ketika dulu mengabdi di Ma'had Minhajus Sunnah, ana dibuat takjub akan waro'nya al-Ustadz Yazid.
Suatu ketika datang tamu ke ma'had, dan disediakanlah air teh manis sebagai minuman sang tamu. Namun ketika tamu sudah pulang, al-Ustadz melihat air teh yang belum habis diminum. Lalu beliau membawa sisa air minum tadi ke kamar mandi. Alih-alih bukannya air dibuang ke saluran pembuangan, malah dibuang ke bak mandi.
Lalu ana bertanya ke al-Ustadz Yazid, "Ya ustadz kenapa dibuangnya di bak mandi?"
Al-Ustadz menjawab: "Sayang kalo dibuang, kan masih bisa dipakai buat mandi. Dan air teh yg merah ini pun akan larut bersama air bak mandi yg lebih banyak. Dan ana takut ditanya Allah cuma karena membuang sisa air teh."
(Percakapan ditulis secara makna dari cerita Ustadzuna Andika). --------------- İSRAF

Sedih campur kesal kalau ada orang berperilaku israf :'( gemeeees, biasanya saya langsung ceplos-ceplos. Kalau diabaikan ya kebangetan.

Padahal Allah secara jelas mengelompokkan sesiapa yg berlaku israf sebagai golongan SETAN. “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat hak mereka dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” Al İsra' 26-27.

İsraf menjadi larangan Allah, sesuatu yang dilarang maka hukumnya apa ya saudaraku? tentu hukumnya HARAM. “... makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Al A'raf 31.

Jadi, jika hanya haus sedikit, tahanlah sampai di rumah. Jika tak mampu menahan, minumlah dan bawalah bersamamu ketika hendak pulang. Jangan buat tuan rumah melakukan perbuatan israf dengan membuang-buang air bekas minuman kita karena ketidaktahuannya soal hukum İsraf.

Hati-hati Allah tak segan memberikan hukuman atas segala perbuatan kita termasuk israf, semisal banjir, berkurangnya atau bahkan hilangnya ni'mat rejeki yang berkah, dsb.

By : Mamak Elif
Sumber gambar : Puyeng Roem #kajiansunnah #abufairuz #tangerang #masjidnurulmuttaqien

Blog Stats

  • 1,585 hits
%d bloggers like this: