Amalan Hangus Karena Update Status

Leave a comment

December 16, 2016 by irmalida

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Sesungguhnya sesuatu yang paling Aku takuti terhadapmu adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya: “Apa yang dimaksud syirik kecil?”. Nabi bersabda: “Riya”.
~ HR. Muslim

Bismillahirrahmanirrahim, semua kebaikan datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagai pemula dalam berhijrah saya hanya mencoba membenahi diri lewat apa yang saya tulis, apa yang saya rangkum dan apa yang saya sebarkan, mohon koreksi bila ada yang tidak sesuai dengan AlQuran dan As Sunnah, Hadist diatas jelas mengukuhkan betapa Riya itu masuk dalam kategori Syirik, Ahmad Rifa’i menggolongkan riya’ menggolongkan riya’ ke dalam dua tingkatan, yaitu:

image-aturan-islam– Riya’ Khalish, yakni niatan seseorang dalam beribadah semata-mata hanya ingin mendapatkan pujian, kedudukan, dan sebagainya yang tidak bertujuan untuk mendekat kepada Allah SWT.

– Riya’ Syirk, yakni niatan seseorang dalam beribadah krena terdorong untuk memenuhi permintaan Allah serta terdorong pula untuk memperoleh pujian dan kedudukan dari manusia. Dengan kata lain, niat ibadahnya tercampur karena Allah dan karena manusia.

Naudzubillahi mindzalik.

Mengutip dari artikel yang saya dapat di page Status Nasehat Untuk Saudaraku, berkenaan dengan penyakit hati yang satu ini, membuat saya tertarik menilik lebih jauh fenomena berkenaan dengan kebiasaan yang Astagfirullah pun dulu bahkan sekarang saya masih suka khilaf melakukan, tidak ada niatan tapi dijabarkan apa yang dilakukan (*semoga Allah masih membuka pintu maaf bagi saya atas kebodohan tersebut) dan semoga setelah memahami artikel ini, makin mantap kita kedepankan adalah SYIAR dan DAKWAH nya bukan ‘penyakit hati berbalut status islami’ nya.
image-amalan-hangus” Alhamdulillah, dah muroja’ah satu juz…”

” Alhamdulillah solat dhuha ini sangat nikmat…”

“Alhamdulillah meruqyah kesurupan masal di sekolah X sukses…”

Pernahkah anda menulis status seperti itu?
Jangan terlalu vulgar mengekspos kegiatan pribadi di status, apalagi yg begitu sensitif :

“Sebentar lagi mau pergi kajian hadits”

“Hafalan hadits umdatul ahkam yang ke 120 kok lupa lagi ya”

“5 menit lagi mau berjama’ah isya’ di masjid”

“Suara ane tadi pas jadi imam shalat kedengaran ga ya ama makmum akhwat di belakang.”

“Sedang berada di kajian ustadz fulan…persis di depan beliau.”

“Khutbah jum’at di Masjid Nabawi kali ini sangat menyentuh”

“Aduh, tadi pas di majlisnya syekh fulan gak sempat nyatat, padahal faidahnya banyak”

“Otw mekkah…. “

“Bismillah…Aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah.. Moga selamat sampe Makkah”

“Ini dah masuk thawaf ke berapa ya…? Lupa ane.”

“Lantai tiga masjidil haram sepi banget…sambil narsis di depan ka’bah”

“Lantai 20 menara zam zam. Masyaallah… Sungguh agung ciptaan-Mu ya Allah…”

“Lagi muraja’ah jangan diganggu”

“Botak lagi.. Botak lagi… Padahal umrohnya bru minggu kmaren… Alhamdullah..”

“Alhamdulillah kajian Sohih Bukhori dah nyampe hadits ke 5700-an”

“Ada yang mau bantuin ana muraja’ah gak..?

“Lagi nunggu adzan Maghrib. Madinah 27/10/2014”

“Alhamdulillah umrohnya lancar”

Harga diri tidak akan meningkat dengan laporan-laporan seperti itu kepada penduduk dunia maya. Berikan saja mereka faidah yang lebih bermanfaat.

Kelak, seperti disebutkan hadits, tiga jenis punggawa Islam akan diseret ke neraka :
1. Pahlawan ilmu
2. Pahlawan alqur’an dan
3. Pahlawan di medan perang.

Kenapa ?

Sebab…ketiganya larut dan menikmati RIYA’, SUM’AH dan sejenisnya.
Bisa jadi…dengan status di atas, kitalah pahlawan tersebut yang kelak terseret dalam neraka yang kobaran apinya sungguh sangat dahsyat…
Na’udzu Billah Min dzalik
Mari lebih berhati-hati…. Jangan sampai amal hangus gara-gara status…
Status ini terutama ditujukkan untuk diri pribadi juga buat teman-teman yg suka update status “Alhamdulillah sudah bla..bla..” karna dikhawatirkan jadi fitnah.
Akan lebih baik jika dikemas dengan untaian kalimat yg mengandung ilmu dan faedah yang bermanfaat.

belum-tentu-amalan-hangus-gara-gara-statusArtikel diatas adalah fenomena nyata yang jelas terjadi di dunia sosial media, saya pribadi melihatnya ‘setengah positif’, kenapa? Alhamdulillah makin banyak Muslim dan Muslimah yang ‘bangga atas agamanya’, ‘menjadikan penting aktivitas religinya sehingga diupload di sosmed’ … lepas dari NIAT MENGEKSPOS 🙂

Hanya Allah yang maha Tahu apa yang diniatkan si pengupdate status dengan konten status seperti tersebut diatas.

Semangat HIJRAH untuk lebih baik dari sebelumnya bagi saya pribadi adalah sangat perlu disebarluaskan agar kelak InshaaAllah menjadi asbab hidayah bagi lainnya. Selepas memutuskan berhijrah kaffah saya berharap Allah selalu beri saya kesempatan menyebarkan kebenaran lewat jalur yang mudah saya gapai, saya pilih dakwah dan syiar lewat social media mengingat keterbatasan ruang gerak saya dan kenyataan bahwa banyak muslim dan muslimah yang gemar meluangkan waktunya di social media, ini adalah potential listener dan reader.

Pun para updater status yang cenderung ke Riya ini sebenarnya adalah pe-dakwah yang harus sedikit di finishing touch, biar arah dakwahnya lebih ke memberi tautan, perspektif dan mungkin ajakan masal yang dapat menggugah minat friendlist/follower -nya untuk lebih religius, menjalankan syariat Islam dan menekuninya dan bercabang juga menular ke friendlist/follower -nya kawannya kawan dan kawannya kawan-kawan yang akhirnya menjadi ladang syiar dan dakwah bagi kita, MashaaAllah.

Saya pun masih belajar, belajar InshaaAllah dari yang teguh mengacu HANYA pada AlQuran dan As Sunnah, setiap ‘ketidakpantasan’, ‘ketidaksesuaian’ yang terjadi diantara muslim dan muslimah semoga bukan membedah aib sesama umat tapi menjadi pengingat agar tidak sia-sia apa yang telah dibuat, selalu manfaat terhindar dari mudharat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Tasfiyah wat Tarbiyah

Mau tahu suami terbaik?

Suami terbaik adalah yang paling baik pada keluarganya, contohnya selalu membantu urusan istri di rumah.

Membantu pekerjaan istri di rumah termasuk bentuk berbuat baik dari suami pada istri dan menunjukkan keluhuran akhlak suami.

Coba lihat bagaimanakah contoh dari suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau berada di rumah.

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْنَعُ فِى أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari, no. 6039)

Dalam Syarh Al-Bukhari karya Ibnu Batthol rahimahullah disebutkan bahwa Al-Muhallab menyatakan, inilah pekerjaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya. Hal ini wujud tanda ketawadhu’an (kerendahan hati) beliau, juga supaya umatnya bisa mencontohnya. Karenanya termasuk sunnah Nabi, hendaklah seseorang bisa mengurus pekerjaan rumahnya, baik menyangkut perkara dunia dan agamanya.

Sumber : Rumaysho .
.

#suamiidaman #sunnahway #syiarsyari بِسْــــــــــــــمِ اللّهِ 🍃🌼 BERILAH 70 UDZUR… ✏Oleh:
Ustadz Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى

MAY 30, 2016 ADMIN

Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata, “Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. Bila kamu tidak mendapatkan udzur, maka katakanlah, “Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui.”
(Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no 8344). Abdullah bin Muhammad bin Munazil berkata, “Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari kesalahan saudaranya.” (Dikeluarkan oleh Abu Abrirrahman As Sulami dalam adab ash shuhbah). http://bbg-alilmu.com/archives/19066 ***🍃🌼🍃*** Ngemil Malam Briefing SPG untuk event di GIIAS 2017 ICE BSD Serpong Klenik dalam Ritual Penguburan Ari-ari

Jika kita mengambil pendapat para ulama yang menganjurkan mengubur ari-ari, satu hal yang perlu diingat, ini sama sekali bukanlah menganjurkan Anda untuk melakukan berbagai ritual ketika menguburkan benda ini. Sama sekali tidak menganjurkan demikian. Bahkan jika sikap semacam ini diiringi dengan berbagai keyakinan tanpa dasar, maka jadinya tahayul dan khurafat yang sangat dilarang syariat.

Memberi lampu selama 40 hari, di kubur bersama pensil, bunga, jarum, gereh, pethek, sampai kemiri gepak jendhul, semua ini pasti dilakukan karena tujuan tertentu.

Ketika ini diyakini bisa menjadi sebab agar bayinya memiliki kemampuan tertentu, atau agar bayinya mendapatkan semua yang bisa membahagiakan hidupnya, maka berarti termasuk mengambil sebab yang sejatinya bukan sebab. Dan itu termasuk perbuatan syirik kecil.

Selengkapnya :

https://muslimafiyah.com/penting-mengetahui-sebab-kauniy-dan-sebab-syari.html

Penyusun: Raehanul Bahraen PAMER KEMESRAAN DI MEDSOS?

Saya mau bertanya mengenai hukum islam tentang suami istri bermesraan didepan umum, awal mulanya saya mengomentari suatu foto di Facebook yang memposting seorang ustadzah muda yang sering kita lihat di televisi yang bergandengan tangan dan berpelukan dengan suaminya

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Ada beberapa pertimbangan yang akan membuat anda tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di Medsos,

Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya). Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Kedua, islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.

Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya.. lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. "
(HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya). Bisa jadi anda menganggap itu hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati…

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Sumber: https://konsultasisyariah.com/28247-hukum-pamer-kemesraan-di-medsos.html GERAKAN HABISKAN MINUMAN KEMASAN GELAS

Jadi teringat kisah ustadz Yazid... Berkata Ustadzuna Andika dari Cirendeu:
Ketika dulu mengabdi di Ma'had Minhajus Sunnah, ana dibuat takjub akan waro'nya al-Ustadz Yazid.
Suatu ketika datang tamu ke ma'had, dan disediakanlah air teh manis sebagai minuman sang tamu. Namun ketika tamu sudah pulang, al-Ustadz melihat air teh yang belum habis diminum. Lalu beliau membawa sisa air minum tadi ke kamar mandi. Alih-alih bukannya air dibuang ke saluran pembuangan, malah dibuang ke bak mandi.
Lalu ana bertanya ke al-Ustadz Yazid, "Ya ustadz kenapa dibuangnya di bak mandi?"
Al-Ustadz menjawab: "Sayang kalo dibuang, kan masih bisa dipakai buat mandi. Dan air teh yg merah ini pun akan larut bersama air bak mandi yg lebih banyak. Dan ana takut ditanya Allah cuma karena membuang sisa air teh."
(Percakapan ditulis secara makna dari cerita Ustadzuna Andika). --------------- İSRAF

Sedih campur kesal kalau ada orang berperilaku israf :'( gemeeees, biasanya saya langsung ceplos-ceplos. Kalau diabaikan ya kebangetan.

Padahal Allah secara jelas mengelompokkan sesiapa yg berlaku israf sebagai golongan SETAN. “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat hak mereka dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” Al İsra' 26-27.

İsraf menjadi larangan Allah, sesuatu yang dilarang maka hukumnya apa ya saudaraku? tentu hukumnya HARAM. “... makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Al A'raf 31.

Jadi, jika hanya haus sedikit, tahanlah sampai di rumah. Jika tak mampu menahan, minumlah dan bawalah bersamamu ketika hendak pulang. Jangan buat tuan rumah melakukan perbuatan israf dengan membuang-buang air bekas minuman kita karena ketidaktahuannya soal hukum İsraf.

Hati-hati Allah tak segan memberikan hukuman atas segala perbuatan kita termasuk israf, semisal banjir, berkurangnya atau bahkan hilangnya ni'mat rejeki yang berkah, dsb.

By : Mamak Elif
Sumber gambar : Puyeng Roem #kajiansunnah #abufairuz #tangerang #masjidnurulmuttaqien

Blog Stats

  • 1,585 hits
%d bloggers like this: