Film Bid’ah Cinta : Semoga Tidak Jualan Islam

Leave a comment

March 7, 2017 by irmalida

Film yang akan tayang di 16 Maret 2017 ini mungkin punya tujuan baik, mengenalkan Sunnah Rasulullah lewat film, dan mengangkat potret beragama yang terjadi dimasa kini, semoga ini jadi positif, terjauh dari kesia-siaan, dan semoga para aktor apalagi aktris nya diberi kemudahan jalan hidayah.

Keringanan dan kemudahan itu datang dari syariat Allah dalam kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya. Adapun mengambil pendapat yang bertentangan dengan Kitabullah dan sunnah Rasul itu adalah kebinasaan
~Yulian Purnama

Dan ada pula orang yang mengatakan bahwa “di masa sekarang ini banyak perselisihan, maka yang lebih tepat adalah kita mengambil pendapat yang sesuai dengan selera orang-orang di zaman ini“. Perkataan ini memiliki makna bahwa syariat tidak cocok untuk semua masa dan tempat. Dan juga bermakna bahwa syariat Allah tidak bersifat umum untuk manusia dari awal hingga akhir yaitu hingga hari kiamat. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

(فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين من بعدي)

“barangsiapa yang hidup sepeninggalku, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang kepada sunnahku dan sunnah Khulafa Ar Rasyidin yang tertunjuki sepeninggalku”

Kami juga mendengar ada yang mengatakan bahwa perselisihan itu rahmat. Maka kami katakan, justru rahmat itu dengan persatuan dan bukan dengan perselisihan. Allah Ta’ala berfirman:

(وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ)

“berpegang teguhlah kepada tali Allah dan janganlah berpecah-belah”
~ QS. Al Imran: 103

dan Ia juga berfirman:

(وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ مِن بَعْدِ مَا جَاءهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُوْلَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ)

“dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah-belah dan berselisih setelah datang kepada mereka penjelasan-penjelasan. Dan bagi mereka itu adzab yang pedih”
~ QS. Al Imran: 105

Allah Jalla wa ‘Alaa juga berfirman:

(وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ إِلاَّ مَن رَّحِمَ رَبُّكَ)

“dan mereka senantiasa berselisih kecuali orang yang dirahmati Allah”
~ QS. Huud: 118

Demikianlah, orang-orang yang mereka tidak saling berselisih ternyata Allah merahmati mereka.

Imam Malik berkata:

(لا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها)

“tidaklah baik generasi terakhir umat ini, kecuali dengan apa yang membuat baik generasi awalnya”

Maka tidak ada keselamatan kecuali dengan berpegang teguh pada Kitabullah dan Sunnah Rasul serta apa yang dipahami oleh Salaful Ummah di setiap masa dan setiap tempat. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita semua yang di dalamnya terdapat kebaikan dan perbaikan.

Sumber: http://muslim.or.id/25204-kembali-pada-dalil-ketika-berselisih-pendapat.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Tasfiyah wat Tarbiyah

*Sekedar Mengingatkan*

Lebaran sebentar lagi, kita harus hati-hati nih sama urusan salam-salaman (🤝) *Kita harus paham* siapa aja yg bukan mahrom yg kita GA BOLEH BERSENTUHAN ATAU BERSALAMAN dengan mereka *⇩ 14 Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:* 1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (mantan suami yg pernah bersetubuh dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga *Untuk mahram laki-laki* sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst). *■ Nah SELAIN DARI POIN 1-14... itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar. *_CATATAN_*
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram
-----------------------📝 Jadi kalo besok lebaran kamu ketemu *sama lelaki SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini, kamu DILARANG salaman yaa.* Kenapaa..❓
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ *"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa "ga enak" kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..
Tapi anehnya, dia tidak merasa "ga enak" saat melanggar perintah Rosululloh.. So, saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihanmu: ➡ Pilih "ga enak" sama manusia, atau "ga enak" sama Rosululloh..❓ ✨Malam 1000 Bulan Pasti Hadir, Tidak Perlu Sibuk Mencari Tandanya

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A ☘Sobat! Hari hari ini banyak dari kaum muslimin yang terobsesi untuk mendapatkan lailatul qadar! Mereka sibuk membicarakan dan mendiskusikan perihal keutamaan Lailatul Qadar. Berbagai upaya dilakukan untuk mengetahui indikasi-indikasi hadirnya lailatul qadar.

Sobat! Percayalah bahwa malam tersebut pasti hadir, anda ketahui tanda tandanya ataupun anda tidak mengetahuinya, anda menyadari kedatangannya ataupun tidak menyadarinya.

Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam beri’tikaf dan meningkatkan ibadahnya di malam malam terakhir bulan ramadhan. Sebagaimana beliau juga membangunkan keluarganya untuk bersama sama beribadah di malam-malam tersebut.

Beliau tidak menyibukkan diri dengan mengidentifikasi ciri-ciri kedatangan malam lailatul qadar. Beliau lebih memilih untuk meningkatkan amalam di kesepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Dengan demikian dapat dipastikan bahw beliau telah beramal hingga maksimal di malam lailatul qadar yang jatuh pada salah satu malam dari kesepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Itulah pesan yang Beliau sampaikan melalui sabdanya:

فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ “Barang siapa dari kalian mencari lailatul qadar, hendaknya ia mencarinya di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan” ( Muttafaqun alaih)

Sobat! Dari pada anda memikirkan dan terus bertanya kapan lailatul qadar datang, lebih bijak bila anda bertanya: apa yang saya lakukan pada malam malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini guna memanfaatkan kehadiran lalilatul qadar?

Percayalah bahwa anda pasti melalui momentum lailatul qadar sebagaimana orang-orang kafir dan fasik pun juga melalui momentum yang sama. Namun yang membedakan antara anda dari mereka adalah amalan anda, mereka bergelimang dalam dosa dan maksiatnya, sedangkan anda bisa mengisi lailatul qadar dengan lantunan Al qur’an, dzikir, doa, dan shalat malam. — ✍🏼Penulis: Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA. 📝Artikel Muslim.Or.Id

Blog Stats

  • 1,557 hits
%d bloggers like this: