Diam Adalah Hikmah

Leave a comment

April 10, 2017 by irmalida

๐Ÿ‘ค Ustadz Firanda Andirja, MA
๐Ÿ“— Kitฤbul Jฤmi’ | Bab Zuhud Dan Wara’
๐Ÿ”Š Hadits 11 | Diam Adalah Hikmah

~~~

DIAM ADALAH HIKMAH

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡

Kita masih dalam Bab Zuhud wal Wara’.

Hadits yang terakhir dalam bab ini adalah hadits yang ke-11.

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… : “ุงูŽู„ุตู‘ูŽู…ู’ุชู ุญููƒูŽู…ูŒุŒ ูˆูŽู‚ูŽู„ููŠู’ู„ูŒ ููŽุงุนูู„ูู‡ู.”

(ุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู‡ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ู‡ูŽู‚ููŠู‘ู ูููŠู’ “ุงูŽู„ุดู‘ูุนูŽุจูู” ุจูุณูŽู†ูŽุฏู ุถูŽุนููŠู’ูู ูˆูŽุตูŽุญู‘ูŽุญูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽูˆู’ู‚ููˆู’ููŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ู„ููู‚ู’ู’ู…ูŽุงู†ูŽูŽ ุงูŽูŽู„ู’ู’ุญูŽูƒูููŠู’ู…ู)

Dari Anas radhiyallฤhu ‘anhu beliau berkata, Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Diam adalah hikmah dan sedikit pelakunya (sedikit yang melakukannya).”

(HR Imฤm Al Baihaqi dalam kitabnya Asy Syu’abul ฤชmฤn dengan sanad yang dha’ฤซf dan sebagian ulama membenarkan bahwasanya hadits ini adalah dari perkataan Luqmฤn Al Hakฤซm)

โ‡’ Luqmฤn Al Hakฤซm, yaitu yang ma’ruf yang Allฤh sebutkan dalam Al Qurฤn Surat Luqmฤn, dan khilaf para ulama apakah Luqmฤn ini seorang nabi atau bukan.

Namun jumhur ulama berpendapat bahwasanya dia bukanlah seorang nabi, tapi adalah hamba yang shalih yang memiliki kata-kata yang bijak.

Disebutkan diantara kata-katanya yang bijak adalah perkataannya ini; bahwasanya diam adalah hikmah namun sedikit orang yang melakukannya.

Intinya, riwayat ini ingin menjelaskan kepada kita bahwasanya diam itu mulia karena diam adalah hikmah.

Kalau orang-orang berbangga dengan perkataan maka kita berbangga dengan diam.

Kata sebagian orang:

โ—† ู„ูˆ ูƒุงู† ุงู„ูƒู„ุงู… ู…ู† ูุถุฉ ู„ูƒุงู† ุงู„ุณูƒูˆุช ู…ู†ุฐู‡ุจ

โ—† Kalau seandainya berbicara itu terbuat dari perak, maka diam itu terbuat dari emas.

Karena lisan ini sangat berbahaya.

Dia bisa memudahkan seorang masuk dalam surga dan juga bisa memudahkan orang masuk dalam neraka Jahannam.

Makanya, Mu’ฤdz bin Jabbal radhiyallฤhu Ta’ฤla ‘anhu, tatkala Nabi berkata kepada dia:

ูƒููู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง

“Jagalah (kekanglah) lisanmu ini.”

Maka Mu’adz berkata:

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ู„ูŽู…ูุคูŽุงุฎูŽุฐููˆู’ู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ู†ูŽุชูŽูƒูŽู„ูŽู‘ู…ู ุจูู‡ูุŸ

“Ya Rasulลซllฤh, apakah kita akan disiksa gara-gara ucapan-ucapan kita?”

Maka, Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

ูˆูŽู‡ูŽู„ู’ ูŠูŽูƒูุจูู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ูููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุฌููˆู’ู‡ูู‡ูู…ู’-ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ูŽุงุฎูุฑูู‡ูู…ู’-ุฅูู„ุงูŽู‘ ุญูŽุตูŽุงุฆูุฏู ุฃูŽู„ู’ุณูู†ูŽุชูู‡ูู…ู’ุŸ

“Bukankah kebanyakan orang terjerumus dalam neraka Jahannam gara-gara hasil dari perkataan-perkataan mereka?”

(HR At Tirmidzi no. 2616, dishahฤซhkan oleh Syaikh Al Albฤni dalam Shahฤซh At Tirmidzi)

Oleh karenanya sebagian ulama (Al Fudhail bin ‘Iyyฤdh) mengatakan:

ู…ู† ุนุฏ ูƒู„ุงู…ู‡ ู…ู† ุนู…ู„ู‡ ู‚ู„ ูƒู„ุงู…ู‡ ููŠู…ุง ู„ุง ูŠุนู†ูŠู‡

“Barang siapa yang menganggap perkataannya itu termasuk dari perbuatannya, maka dia tidak akan banyak omong.”

(Kitab Al Minhaj Syarah Shahฤซh Muslim, 2/19 (Asy Syamila))

 

Bukan berarti tidak boleh berbicara, boleh berbicara bahkan berbicara yang baik sangat dituntut, misalkan dalam rangka berdakwah.

Allฤh mengatakan:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ุฏูŽุนูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

“Dan perkataan siapa yang terbaik dari orang yang berdakwah dijalan Allฤh.”

(QS Fushshilat: 33)

โ‡’ Namanya berdakwah tentu harus berbicara.

Jadi, berbicara itu baik, akan tetapi pembicaraan yang banyak yang tidak bermanfaat dan yang berlebihan bisa mengantarkan kepada neraka Jahannam.

Oleh karenanya, seseorang hendaknya tidak berbicara kecuali dengan perkataan yang baik.

Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู’ู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุช

โ€œBarang siapa yang beriman kepada Allฤh dan Hari Akhirat maka hendaknya dia mengucapkan yang baik atau diam.โ€

(Muttafaq โ€˜alaih: Al Bukhฤri, no. 6018; Muslim, no.47 dari shahฤbat Abลซ Hurairah)

Kalau dia tidak bisa berucap yang baik, tidak pas atau pembicaraannya berlebihan maka hendaknya diam.

Maka diamnya itu adalah emas, diamnya itu adalah hikmah.

Dan dalam hadits yang lain dari Abลซ Mลซsฤ radhiyallฤhu ‘anhu, beliau berkata:

ุณูุฆูู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽูŠูู‘ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฏูู‡ู

Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya:

“Muslim yang mana yang paling afdhal, wahai Rasลซlullฤh?”

Maka Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

“(Seorang muslim yang paling afdhal yaitu) jika kaum muslimin yang lain selamat dari kejahatan lisannya dan kejahatan tangannya.”

(HR Bukhฤri, Muslim, Tirmidzi dan Nasฤiy)

Seorang hendaknya hati-hati dalam berucap, karena ucapan lisan itu berbahaya; bisa menyakiti.

Oleh karenanya, seorang Penyair berkata:

โ—† ุฌุฑุงุญุงุช ุงู„ุณู†ุงู† ู„ู‡ุง ุงู„ุชุฆุงู… ูˆู„ุง ูŠู„ุชุฃู… ู…ุง ุฌุฑุญ ุงู„ู„ุณุงู†

โ—† Luka yang disebabkan sayatan pedang masih bisa disembuhkan, tetapi luka yang disebabkan sayatan lisan kadang tidak bisa disembuhkan.

Jika seseorang telah menyakiti saudaranya dengan ucapannya (dikatakan misalnya: “Kamu pandir, enggak nyambung,” yaitu ucapan-ucapan yang menghinakan) terkadang tidak bisa terlupakan oleh sahabatnya atau saudaranya yang mendengarnya.

Maka, hati-hati…!

Betapa banyak lisan yang dapat meninggikan derajat seseorang di surga tetapi betapa banyak juga karena lisan menyebabkan seorang terjerumus dalam neraka Jahannam.

Oleh karenanya, diam itu terkadang merupakan emas dan terkadang merupakan hikmah.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Tasfiyah wat Tarbiyah

*Sekedar Mengingatkan*

Lebaran sebentar lagi, kita harus hati-hati nih sama urusan salam-salaman (๐Ÿค) *Kita harus paham* siapa aja yg bukan mahrom yg kita GA BOLEH BERSENTUHAN ATAU BERSALAMAN dengan mereka *โ‡ฉ 14 Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:* 1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (mantan suami yg pernah bersetubuh dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga *Untuk mahram laki-laki* sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst). *โ–  Nah SELAIN DARI POIN 1-14... itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar. *_CATATAN_*
*โ—Sepupu bukan mahram*
*โ—Ipar bukan mahram*
*โ—Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*โ—Ayah angkat bukan mahram*
*โ—Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram
-----------------------๐Ÿ“ Jadi kalo besok lebaran kamu ketemu *sama lelaki SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini, kamu DILARANG salaman yaa.* Kenapaa..โ“
Karena Rasulullah ๏ทบ bersabda:

ู„ุฃูŽู†ู’ ูŠูุทู’ุนูŽู†ูŽ ูููŠ ุฑูŽุฃู’ุณู ุฑูŽุฌูู„ู ุจูู…ูุฎู’ูŠูŽุทู ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุฏู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู…ูŽุณู‘ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ู„ุง ุชูŽุญูู„ู‘ู ู„ูŽู‡ู *"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa "ga enak" kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..
Tapi anehnya, dia tidak merasa "ga enak" saat melanggar perintah Rosululloh.. So, saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihanmu: โžก Pilih "ga enak" sama manusia, atau "ga enak" sama Rosululloh..โ“ โœจMalam 1000 Bulan Pasti Hadir, Tidak Perlu Sibuk Mencari Tandanya

Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., M.A โ˜˜Sobat! Hari hari ini banyak dari kaum muslimin yang terobsesi untuk mendapatkan lailatulย qadar! Mereka sibuk membicarakan dan mendiskusikan perihal keutamaanย Lailatul Qadar. Berbagai upaya dilakukan untuk mengetahui indikasi-indikasi hadirnya lailatul qadar.

Sobat! Percayalah bahwa malam tersebut pasti hadir, anda ketahui tanda tandanya ataupun anda tidak mengetahuinya, anda menyadari kedatangannya ataupun tidak menyadarinya.

Dahulu Nabiย shallallahuโ€™alaihi wa sallamย beriโ€™tikaf dan meningkatkan ibadahnya di malam malam terakhir bulan ramadhan. Sebagaimana beliau juga membangunkan keluarganya untuk bersama sama beribadah di malam-malam tersebut.

Beliau tidak menyibukkan diri dengan mengidentifikasi ciri-ciri kedatangan malam lailatul qadar. Beliau lebih memilih untuk meningkatkan amalam di kesepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Dengan demikian dapat dipastikan bahw beliau telah beramal hingga maksimal di malam lailatul qadar yang jatuh pada salah satu malam dari kesepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.

Itulah pesan yang Beliau sampaikan melalui sabdanya:

ููŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูุชูŽุญูŽุฑู‘ููŠูŽู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุนูŽุดู’ุฑู ุงู„ุฃูŽูˆูŽุงุฎูุฑู โ€œBarang siapa dari kalian mencari lailatul qadar, hendaknya ia mencarinya di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhanโ€ ( Muttafaqun alaih)

Sobat! Dari pada anda memikirkan dan terus bertanya kapan lailatul qadar datang, lebih bijak bila anda bertanya: apa yang saya lakukan pada malam malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini guna memanfaatkan kehadiran lalilatul qadar?

Percayalah bahwa anda pasti melalui momentum lailatul qadar sebagaimana orang-orang kafir dan fasik pun juga melalui momentum yang sama. Namun yang membedakan antara anda dari mereka adalah amalan anda, mereka bergelimang dalam dosa dan maksiatnya, sedangkan anda bisa mengisi lailatul qadar dengan lantunan Al qurโ€™an, dzikir, doa, dan shalat malam. โ€” โœ๐ŸผPenulis: Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA. ๐Ÿ“Artikel Muslim.Or.Id

Blog Stats

  • 1,557 hits
%d bloggers like this: